Senin, 25 April 2011

UNSUR – UNSUR GEOMETRI SESAR


Unsur geometri sesar itu sendiri sangat penting dipelajari untuk mengetahui sifat gerak dari sebuah proses pensesaran, disamping digunakan sebagai dasar dalam penamaan jenis sesar sesuai dengan klasifikasi sesar yang digunakan.

Beberapa unsur geometri sesar dan istilah yang berkaitan dengan sesar antara lain:

· Fault surface (bidang sesar) adalah bidang pecah pada batuan yang disertai oleh adanya pergeseran

· Fault line (garis sesar) adalah garis yang dibentuk oleh perpotongan bidang sesar dengan permukaan bumi

· Fault trace adalah jejak sesar

· Fault outcrop adalah singkapan sesar

· Fault scrap adalah gawir sesar

· Fault zone adalah zona sesar

· Fault wall adalah dinding sesar

· Hanging Wall adalah blok yang berada di atas bidang sesar

· Foot Wall adalah blok yang berada di bawah bidang sesar

· Hade adalah sudut lancip antara bidang bidang sesar dengan bidang vertikal

· Slip adalah pergeseran relatif antara dua titik yang tadinya berhimpit

· Strike slip fault adalah pergeseran blok pada bidang sesar yang sejajar dengan jurus bidang sesarnya

· Dip slip fault adalah pergeseran blok pada bidang sesar yang tegak lurus terhadap jurus bidang sesarnya atau sejajar dengan arah kemiringan bidang sesarnya

· Heave adalah jarak pergeseran pada bidang horisontal

· Throw adalah jarak pergeseran pada bidang vertikal

· True displacement adalah arah dan besarnya jarak pergeseran blok yang sebenarnya

· Dip of fault adalah sudut yang dibentuk oleh bidang sesar dengan bidang horisontal

· Strike of fault adalah garis yang dibentuk oleh perpotongan bidang sesar dengan bidang horisontal

· Sense of displacement adalah gerak relatif suatu blok terhadap blok yang berada dihadapannya (untuk strike slip adalah sinistral atau dekstral, sedangkan untuk dip slip adalah normal atau naik)

· Separation (pergeseran semu) adalah jarak tegak lurus antara dua blok yang bergeser dan diukur pada bidang sesar

· Strike separation adalah komponen separation yang diukur sejajar terhadap jurus bidang sesar

· Dip separation adalah komponen separation yang diukur sejajar terhadap jurus bidang sesar

· Slicken side (cermin sesar) adalah bidang sesar yang permukaannya licin

· Slicken line (gores garis) adalah jejak pergeseran berupa garis-garis lurus (kadang melengkung) yang disebabkan oleh adanya gerusan antar blok yang saling bergesekan

· Pitch adalah sudut lancip yang dibentuk antara gores garis dengan jurus bidang sesar

BENTUK LAHAN SETELAH PENCAIRAN ES GLETSER

1. Moraine

Merupakan endapan yang dihasilkan oleh proses glasiasi (material penyusunnya tertransport oleh gletser). Moraine dibagi menjadi 4 (empat):

- Terminal Moraine

- Recessional Moraine

- Interlobate Moraine

- Grown Moraine

2. Esker

Merupakan celah memanjang yang disebabkan erosi oleh gletser yang dulunya merupakan terowongan tempat keluarnya air akibat pencairan es.

3. Drumlins

Merupakan celah-celah seperti pecahan yang disebabkan erosi oleh gletser.

4. Delta

Tempat pengendapan akhir material akibat penggerusan oleh gletser.

5. Locustrine Plain

Merupakan cekungan bekas danau yang membeku.

6. Outwash Plain

7. Kestle Lakes

Bentukan danau yang diakibatkan adanya pencairan ice block.

8. Kame Terrace

Merupakan teras akibat pencairan foot glacier.

9. Crevasse Filling

Merupakan celah yang terisi air karena pencairan dari glacier trough.



Sumber : Soeroto, R. Bambang, et al. 1994. Diktat Kuliah Geomorfologi. Yogyakarta: UPN.

BAGAIMANA SISTEM SUMUR ARTESIS DAPAT TERBENTUK




Istilah artesis (artesian), diambil dari nama kota Artois di Perancis, orang Romawi mengatakannya Artesium, dimana untuk pertama kalinya aliran artesis (artesian flow) dipelajari.

Air artesis adalah air tanah tertekan (confined ground water) yang menimbulkan tekanan hidrostatis yang tidak normal. Kondisi geologi yang diperlukan untuk air artesis diantaranya adalah:

1. Susunan batuannya haruslah terdiri dari selang-seling antara lapisan-lapisan permeabel dan impermeabel. Di alam, susunan seperti ini biasanya terdiri dai batu pasir dan serpih. Lapisan permeabel dinamakan akuifer.

2. Susunan batuan tersebut haruslah terjungkit dan tersingkap di permukaan sehingga air dapat masuk ke dalam akuifer.

3. Cukup presipitasi dan di daerah singkapan harus ada permukaan resapan (surface drainage) agar akuifer tetap terisi.

Air tertekan dalam lapisan akuifer lebih kurang sama dengan air dalam pipa. Timbul tekanan hidrostatik, bila ada sumur atau rekahan yang bertemu dengan lapisan ini, air akan naik dan keluar menjadi sumur artesis atau mata air artesis.

Ketinggian naiknya air artesis di atas akuifer terlihat sebagai garis permukaan air artesis. Permukaan ini disebut juga permukaan tekanan artesis (artesian pressure surface). Permukaan ini sebenarnya tidak mendatar melainkan miring menjauhi daerah resapan. Disini hukum pipa U dalam fisika, yang menyatakan permukaan air dalam kedua pipa sama tinggi atau horizontal tidak berlaku. Pori-pori dalam akuifer menimbulkan gaya gesekan yang menghambat aliran dan tekanan berkurang akibat jaringan rekahan-rakahan di dalam tanah.

Jika elevasi sumurnya lebih rendah dari muka air, maka air akan keluar sendiri tanpa dipompa. Natural discharge sistem artesis yang menarik adalah yang terdapat pada salah satu gurun terbesar di dunia, gurun pasir Sahara. Sistem artesis di gurun ini tampil sebagai oase-oase yang terbentuk dari mata air artesis yang keluar melalui rekahan atau lipatan atau juga dasar gurun yang tererosi sampai atas akuifer.





Sapiie, Benyamin, dkk. anonim. Geologi Fisik. Bandung: ITB.